Blog kesehatan untuk anda

Minggu, 20 Agustus 2017

Pengobatan Alternatif Cabut Angin

Ada berbagai cara pengobatan alternative di negeri kita yang kaya ini. Memang jika dilihat dari kacamata kedokteran barat, akan “mustahil” atau tidak bisa diterima akal. Namun jika dilihat dari kacamata timur, bisa jadi ada “kebenaran” yang bisa diterima. Sebagaimana halnya metode pengobatan traditional China yang mulai diterima oleh masyarakat barat. Akupuntur misalnya.

Salah satu pengobatan alternative yang ada adalah cabut angin. Cabut angin (kadang disebut juga tarik angin) berbeda dengan kerokan, meskipun sekilas hampir sama. Bagian tubuh yang dikerok atau dicabut angin akan meninggalkan bekas kemerahan atau bahkan menghitam, namun proses terjadinya bekas merah itu berbeda.

Beberapa perbedaan antara cabut angin dengan kerokan adalah sebagai berikut:

https://mustahabbah.blogspot.com/2017/08/pengobatan-alternatif-cabut-angin.html

Media/Alat
Kerokan biasanya menggunakan logam bulat (biasanya uang logam, atau alat khusus untuk kerokan). Untuk mengurangi rasa sakit, biasanya digunakanlah minyak sebagai pelumas. Menurut Pak Jono, tukang cabut angin yang saya kenal, cabut angin bisa menggunakan tiga jenis media yang berbeda, yaitu: jahe, bawang, atau sirih.

Pak Jono biasa menggunakan jahe untuk melakukan pengobatan, karena jahe cukup mudah didapatkan, tidak mudah rusak ketika digunakan dan tidak terlalu berbau. Sirih mudah sobek waktu digunakan, dan sulit didapat, karena harus menggunakan sirih yang bercabang tiga (tiga daun dengan pangkal tulang daun yang menyatu). Sedangkan bawang akan meninggalkan bau yang kurang sedap bagi pasien.

Pola/alur
Kerokan mengambil pola/alur yang relative terpola. Membujur sepanjang tulang belakang, dan kemudian diteruskan dengan alur mendatar ke samping, dengan pangkal pada tulang belakang dan ujung pada sisi luar badan. Cabut angin tidak mengikuti pola tertentu. Si tukang cabut angin akan mengikuti letak angin yang ada dalam tubuh kita.

Pelaku
Kerokan bisa dilakukan oleh siapapun, sederhana saja, asal semua media ada, minyaknya ada, jadi deh. Siapapun bisa mengerok. Cabut angin tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Hanya orang-orang yang diberi anugerah untuk bisa melakukan cabut angin sajalah yang bisa melakukan cabut angin.

Manfaat
Kerokan hanya untuk mengatasi flu, tidak enak badan, maupun masuk angin saja. Untuk gangguan kesehatan yang lain tidak bisa diatasi dengan kerokan. Cabut angin mempunyai manfaat yang lain. Menurut kesaksian beberapa teman, Pak Jono sering juga membantu para penderita stroke.

Oh ya, selain penyakit oleh angin, Pak Jono juga bisa membatu orang-orang yang KENA angin.

Tolong dibedakan yach masuk angin dengan kena angin. Orang-orang di Kalimantan, biasa menyebut orang yang terkena pengaruh ilmu ilmu metafisik atau santet sebagai orang tersebut kena angin.

Menurut Pak Jono, semua penyakit maupun santet datangnya dari angin. Angin yang masuk ke dalam tubuh, dan kemudian mengkristal, itulah yang menjadi sumber menyakit.

Bagaimana sih rasanya dicabut angin?

Saya pernah beberapa kali cabut angin. Pada bagian yang tidak ada anginnya sih tidak terasa apa-apa, hampir sama dengan di kerok saja. Nah kalo pada bagian yang ada anginnya, baru deh terasa agak sakit, perih, sampai suakiiiiitttt!!! Rasanya berbeda-beda pada masing-masing orang, tergantung dengan posisi atau alur angin yang ada di tubuh. Ada yang mengelompok di satu tempat, sehingga setelah dicabut angin, bekasnya berupa noktah saja. Sedangkan bekas yang terjadi pada saya waktu itu berupa garis-garis, karena anginnya membentuk alur. Waktu dicabut angin pada bagian itu, rasanya seperti disayat sayat. Lumayan suakeeeettt!!! Apalagi kalau jahenya sampai patah! Itu berarti ada banyak angin di situ, dan rasanya, ehhhmmm …

Setelah tarik angin, badan terasa lebih segar, fresh, dan yang jelas tidur terasa lebih enak.

Anda pernah cabut angin? Atau pengobatan alternative lainnya??